BADANWAKAF.COM, Jadilah Orang Yang Dermawan, Jangan Menjadi Orang Kikir Yang Hina
Sahabat Bawais, pernahkah merasa ragu untuk memberikan sesuatu yang berharga kepada saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan? Atau mungkin, kita sering kali menunda-nunda untuk berbuat baik karena merasa bahwa apa yang kita miliki masih kurang? Padahal, kedermawanan adalah salah satu sifat mulia yang diajarkan oleh Islam dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Mari kita bahas lebih dalam tentang pentingnya menjadi orang yang dermawan dan bahaya menjadi orang yang kikir.
Ibnu Hajar Al Asqalaani menjelaskan bahwa kedermawanan dalam syari’at adalah memberi sesuatu yang pantas dan layak kepada yang pantas dan layak menerimanya. Dengan demikian, kedermawanan lebih luas cakupannya dibanding sedekah. (Fathul Bari 1/31). Artinya, kedermawanan tidak hanya terbatas pada pemberian materi, tetapi juga bisa berupa waktu, tenaga, atau bahkan senyuman yang tulus. Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik dalam berbagai bentuk, sesuai dengan kemampuan kita.
Kedermawanan Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan terutama setelah bertadarus Al Quran bersama Malaikat Jibril ‘alaihissalam mencapai puncaknya. Seperti dijelaskan dalam sebuah hadits:
عن أنس رضي الله عنه قال: جَاءَهُ رَجُلٌ فَأَعْطَاهُ غَنَمًا بَيْنَ جَبَلَيْنِ فَرَجَعَ إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ أَسْلِمُوا فَإِنَّ مُحَمَّدًا يُعْطِى عَطَاءً لاَ يَخْشَى الْفَاقَةَ.
Sahabat Anas radhiallahu ‘anhu mengisahkan: “Pada suatu hari ada seseorang yang datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau memberinya hadiah berupa kambing sebanyak satu lembah. Spontan lelaki itu berlari menemui kaumnya dan berkata kepada mereka: ‘Wahai kaumku, hendaknya kalian semua segera masuk Islam, karena sesungguhnya Muhammad memberi pemberian yang sangat besar, seakan ia tidak pernah takut kemiskinan.’” (Hadits Riwayat Muslim)
Pada hadits di atas, kedermawanan Rasulullah SAW digambarkan lebih baik dibanding angin sepoi-sepoi yang berhembus. Ini merupakan pertanda bahwa kedermawanan beliau tidak hanya dirasakan oleh sebagian orang saja, akan tetapi dapat dirasakan oleh seluruh orang, tanpa ada perbedaan, walaupun antara mereka ada perbedaan martabat, kekerabatan atau lainnya. Sebagaimana ini sebagai isyarat bahwa kedermawanan beliau terus mengalir dan tidak pernah terhenti.
Kedermawanan memiliki banyak keutamaan, baik di dunia maupun di akhirat. Salah satunya adalah bahwa orang yang dermawan akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Al Quran:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menunjukkan bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, termasuk kedermawanan, akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang berlipat ganda. Tidak hanya itu, kedermawanan juga dapat menghapus dosa-dosa kita. Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)
Di sisi lain, kekikiran adalah sifat yang sangat dibenci dalam Islam. Orang yang kikir tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi juga orang lain di sekitarnya. Kekikiran dapat menyebabkan kehancuran, baik secara materi maupun spiritual. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.
“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun padanya, kemudian salah satunya berucap (berdoa): ‘Ya Allah, berilah orang yang berinfaq pengganti,’ sedangkan yang lain berdoa: ‘Ya Allah timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfaq) kehancuran.’” (Muttafaqun ‘alaih)
Nah, Sahabat Bawais, masihkah ragu untuk bersedekah dan menjadi orang yang dermawan? Sungguh kedermawanan akan menjadi sebuah jembatan bagi kita menuju surga dan keberkahan Allah SWT, sedangkan kekikiran akan mendapatkan kehancuran tentunya. Naudzubillah min Dzalik..
Ada banyak kisah inspiratif tentang kedermawanan yang bisa kita ambil pelajaran. Salah satunya adalah kisah tentang Utsman bin Affan, salah satu sahabat Nabi yang terkenal dengan kedermawanannya. Pada suatu ketika, Madinah mengalami kekeringan yang parah. Utsman bin Affan kemudian membeli sumur dari seorang Yahudi dan mewakafkannya untuk kepentingan umat Islam. Sumur tersebut kemudian menjadi sumber air yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Madinah.
Kisah ini menunjukkan bahwa kedermawanan tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, tetapi juga bagi pemberinya. Utsman bin Affan tidak hanya mendapatkan pahala dari Allah, tetapi juga dikenang sebagai seorang yang dermawan hingga saat ini.
Lalu, bagaimana cara menjadi orang yang dermawan? Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan:
Di era digital seperti sekarang, kita juga bisa memanfaatkan teknologi untuk berbuat baik. Misalnya, dengan berdonasi melalui platform online seperti Badan Wakaf. Dengan begitu, kita bisa lebih mudah dan praktis dalam berbagi kebaikan kepada sesama.
Badan Wakaf sendiri telah banyak membantu masyarakat melalui berbagai program wakaf, seperti pembangunan masjid, sekolah, rumah sakit, dan lain sebagainya. Dengan berwakaf, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga mendapatkan pahala yang terus mengalir meskipun kita sudah meninggal dunia.
Kedermawanan adalah sifat mulia yang diajarkan oleh Islam dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dengan menjadi orang yang dermawan, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Sebaliknya, kekikiran adalah sifat yang dibenci dan dapat menyebabkan kehancuran.
Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan menjadi orang yang dermawan. Mulailah dari hal-hal kecil, lakukan dengan ikhlas, dan jadikan sedekah sebagai kebiasaan. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.
Mari menjadi bagian dari kebaikan yang abadi! Dengan berdonasi, Anda tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menanam investasi pahala yang terus mengalir. Salurkan kebaikan Anda sekarang melalui:
Informasi Rekening:
🏦 Bank Mandiri
📌 132-05-1234-9995
🔹 A.n. Yayasan Al Hilal Rancapanggung
Semoga setiap rupiah yang Anda sisihkan menjadi berkah dan saksi kebaikan di dunia serta akhirat. Aamiin. 🙏✨
[ Rekomendasi Untuk Anda : Penerbit Alquran ]
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Sebuah ikhtiar menjadi jembatan amanah antara wakif dan saudara muslim yang…
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala atas limpahan rahmat, karunia, dan kemudahan yang…
Pertanyaan tentang hidup adalah menurut Islam selalu menjadi perenungan abadi bagi setiap muslim. Saat menghadapi…
Umat Muslim membaca Surat Al-Fatihah minimal 17 kali dalam sehari melalui shalat lima waktu. Namun,…
Sedekah Jumat berkah adalah amalan istimewa yang menggabungkan dua kemuliaan sekaligus: kemuliaan sedekah itu sendiri…
Dzikir pagi dan petang adalah salah satu amalan harian yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amalan…