Bercanda menjadi sebuah cara untuk menumbuhkan chemistry dengan orang lain. Sering kali dalam candaan akan timbul tawa sehingga tampak sebagai suatu hiburan yang menyenangkan. Bahkan di era yang modern ini, ada yang menjadikan candaan sebagai suatu ajang kompetisi yang diperlombakan oleh masyarakat dengan berbagai usia.

Hati Hati Terhadap Kedustaan Candamu!

BADANWAKAF.COM, Hati Hati Terhadap Kedustaan Candamu!

Bercanda menjadi sebuah cara untuk menumbuhkan chemistry dengan orang lain. Sering kali dalam candaan akan timbul tawa, sehingga tampak sebagai suatu hiburan yang menyenangkan. Bahkan di era yang modern ini, ada yang menjadikan candaan sebagai suatu ajang kompetisi yang diperlombakan oleh masyarakat dengan berbagai usia.

Lihat Rekomendasi : Penerbit Alquran

Namun, terkadang kita mendapati seseorang yang berbohong dalam candaannya. Hal itu dilakukan hanya untuk menimbulkan gelak tawa terhadap orang yang menyaksikannya. Sebagai umat Islam, kita mesti berhati-hati dalam melakukan suatu tindakan agar tidak terjerumus pada jalan yang salah.

Berbohong dalam lawakan atau candaan tetap tidak boleh.

Bercanda menjadi sebuah cara untuk menumbuhkan chemistry dengan orang lain. Sering kali dalam candaan akan timbul tawa sehingga tampak sebagai suatu hiburan yang menyenangkan. Bahkan di era yang modern ini, ada yang menjadikan candaan sebagai suatu ajang kompetisi yang diperlombakan oleh masyarakat dengan berbagai usia.

Ada sebuah hadits menyebutkan:

لاَ يُؤْمِنُ الْعَبْدُ الإِيمَانَ كُلَّهُ حَتَّى يَتْرُكَ الْكَذِبَ فِى الْمُزَاحَةِ وَيَتْرُكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ صَادِقاً

“Seseorang tidak dikatakan beriman seluruhnya sampai ia meninggalkan dusta saat bercanda dan ia meninggalkan debat walau itu benar.” (HR. Ahmad 2: 352. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif)

Dari Bahz bin Hakim, ia berkata bahwa ayahnya, Hakim telah menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 3315. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Meskipun untuk tujuan bercanda, berbohong atau berdusta sangatlah tidak dibenarkan karena sesungguhnya hal itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang kafir.

Baca Juga : Penerbit Alquran

Sebagaimana Allah Ta’ala jabarkan dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta” (QS. An-Nahl [16]: 105)

Bercanda boleh saja, tetapi tidak boleh menyelipkan kebohongan atau dusta apapun di dalamnya. Bercandalah seperlunya dan jangan berlebihan. Fatiya Store

Tinggalkanlah kebohongan atau dusta dalam bercanda meski sekecil apapun itu. Kejujuran dalam keadaan bagaimana pun merupakan suatu kebaikan untuk meraih keridhaan dan surga-Nya.

Berdasarkan ulasan di atas, maka jelaslah bahwa hukum berbohong dalam candaan itu haram.

Semoga ulasan ini bermanfaat untuk Anda, sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanallahu wata’ala, Aamiin.

Lihat Rekomendasi : Penerbit Alquran

Scroll to Top