Categories: artikel islam

Cara Marah Terhadap Anak Dalam Islam

BADANWAKAF.COM, Cara Marah Terhadap Anak Dalam Islam!

Sebagai orangtua, seringkali emosi Ayah dan Bunda diuji oleh si Kecil yang kerap kali melakukan sesuatu yang menyebalkan. Sehingga, menyebabkan Ayah dan Bunda lepas kendali serta melampiaskan amarah tersebut.

Namun, apa yang Ayah dan Bunda rasakan selepas melampiaskan amarah tersebut? Tahukah Ayah dan Bunda? Ternyata berteriak pada anak merupakan sesuatu yang tidak baik. Selain melarang berteriak pada anak ketika kita marah, Islam juga melarang orang tua memukul anaknya ketika menangis.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW sebagai berikut:

“Jangan pukul bayi kamu, karena tangisan mereka memiliki arti. Empat bulan pertama menangis menyatakan kesatuan Allah SWT, empat bulan kedua menangis mengirimkan berkah kepada Nabi dan keluarganya, serta empat bulan ketiga menangis adalah bayi berdoa untuk orang tua.”

Pada beberapa kasus tertentu, Rasululah SAW masih memperbolehkan kita memarahi anak. Sebagai contoh, memarahi anak usia 10 tahun karena meninggalkan salat. Dengan catatan, memarahi anak ini selama didasari oleh rasa cinta dan tidak mengedepankan emosi.

Dalam Islam, marah yang disebabkan oleh emosi tentu saja sangat dilarang. Rasulullah SAW saja tidak pernah mencontohkan kekerasan. Beliau mendidik anak dengan cara yang lemah lembut dan tanpa disertai dengan amarah.

Begitu pula dengan firman Allah dalam Surat Luqman ayat 19 yang berbunyi:

“Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruknya suara ialah suara keledai.”

Makna dari ayat tersebut yaitu ketika berbicara janganlah memakai nada tinggi apabila tidak diperlukan. Orang zaman dulu percaya kalau seseorang yang meninggikan suaranya itu tak ada bedanya dengan keledai. Sebab, keledai terkenal dengan suaranya yang keras dan melengking.

Hal tersebut menunjukkan kalau meninggikan suara pada saat berbicara, apalagi ketika marah merupakan salah satu yang tercela dan dilarang dalam Islam. Nabi Muhammad SAW saja tidak pernah sekali pun mencela, memarahi, atau memukul, bahkan menunjukkan wajah masam ketika memarahi anaknya.

Sebaiknya kita memberikan penjelasan dengan baik serta yang bisa dipahami oleh anak. Meskipun marah, sebagai orang tua kita tetap harus menunjukkan rasa cinta serta kasih sayang ya!

Jangan ragu ungkapkan pada mereka bahwa alasan kita marah karena kita peduli dan semata untuk kebaikannya juga. Setelah itu beri pelukan serta ciuman pada mereka, biar anak tetap bisa merasakan bahwa orang tuanya sangat menyayanginya.

Marah pada anak mungkin sesuatu yang enggak bisa kita hindari ya, Ayah dan Bunda. Sebaiknya Ayah dan Bunda tenangkan diri terlebih dahulu. Kalau bisa sambil membaca istighfar lalu pikirkan lagi dengan matang apa yang menjadi penyebab Ayah dan Bunda marah.

Kemudian sampaikan dengan baik apa yang Ayah dan Bunda ingin ungkapkan pada si kecil. Semoga informasi ini dapat membantumu ya, Ayah dan Bunda!

Mengasuh anak merupakan tugas yang penuh tantangan, terutama dalam konteks emosi orang tua yang terkadang bisa mudah tersulut. Dalam Islam, marah adalah emosi yang manusiawi, namun bagaimana seharusnya seorang Muslim mengelola marah, terutama terhadap anak-anaknya?

Banyak orang tua yang merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi mereka saat menghadapi anak yang nakal atau sulit diatur. Padahal, dalam Islam, ada banyak petunjuk mengenai cara mengelola marah agar tetap dalam batas yang sesuai dengan syariat. Marah yang tidak terkendali dapat merusak hubungan antara orang tua dan anak, dan bahkan berdampak negatif pada perkembangan mental dan emosional anak. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap orang tua untuk memahami bagaimana marah yang baik menurut Islam.

Pengertian Marah dalam Islam

Marah dalam Islam tidak dipandang sebagai sesuatu yang terlarang, melainkan sebagai bagian dari perasaan alami yang bisa dialami oleh setiap individu. Namun, Islam mengajarkan untuk mengendalikan marah tersebut agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Menurut hadis Nabi Muhammad SAW, “Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan orang lain dalam perkelahian, tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya saat marah” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa mengendalikan amarah adalah tanda kekuatan sejati. Marah yang tidak terkontrol bisa menjadi bumerang yang merusak hubungan dan bahkan menjauhkan kita dari Allah.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga berfirman, “Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Ali Imran: 134). Ayat ini mengajarkan pentingnya mengendalikan marah dan berusaha memaafkan, yang merupakan tindakan mulia dalam pandangan Islam.

Dampak Negatif Marah Berlebihan pada Anak

Marah berlebihan pada anak tidak hanya berdampak pada hubungan orang tua dan anak, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan psikologis anak. Anak yang sering dimarahi dengan keras cenderung mengalami stres, kecemasan, dan masalah dalam membangun rasa percaya diri.

Dari perspektif psikologi modern, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang sering menghadapi kekerasan emosional, termasuk dimarahi tanpa kendali, memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami masalah mental di kemudian hari, seperti depresi, kecemasan, atau masalah perilaku. Dampak ini bisa berlanjut hingga usia dewasa, memengaruhi cara anak tersebut berinteraksi dengan orang lain, termasuk dalam hubungan mereka sendiri.

Namun, dalam Islam, tujuan dari marah terhadap anak adalah untuk mendidik mereka, bukan untuk melampiaskan emosi pribadi. Sebagaimana Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya mendidik anak dengan penuh kasih sayang, meskipun terkadang beliau memberi teguran kepada anak-anak.

Cara Marah yang Baik dalam Islam

Sebagaimana Islam mengajarkan kita untuk mengendalikan emosi, berikut adalah beberapa cara marah yang baik sesuai dengan ajaran Islam:

  1. Marah dengan Niat Mendidik
    Marah terhadap anak seharusnya bukan untuk melampiaskan amarah pribadi atau mengintimidasi, tetapi untuk mendidik. Jika kita merasa marah, sebaiknya kita bertanya pada diri sendiri apakah marah kita bertujuan untuk memperbaiki perilaku anak atau sekadar luapan emosi pribadi.
  2. Tidak Menggunakan Kata-Kata Kasar
    Dalam Islam, kita diajarkan untuk tidak menggunakan kata-kata kasar atau menyakiti perasaan orang lain, terutama anak-anak. Marah yang diungkapkan dengan kata-kata yang lembut dan penuh pengertian lebih mudah diterima dan lebih efektif dalam mendidik.
  3. Segera Meredakan Emosi dan Meminta Maaf
    Jika kita merasa marah mulai menguasai diri, Islam mengajarkan kita untuk segera meredakan emosi tersebut. Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia diam” (HR. Bukhari). Setelah meredakan amarah, jika kita merasa telah bertindak tidak tepat, meminta maaf kepada anak adalah langkah penting dalam membangun kembali hubungan yang sehat.
  4. Memberikan Contoh Praktis
    Misalnya, saat anak melakukan kesalahan, daripada langsung marah, kita bisa memberikan contoh dengan tenang menjelaskan kesalahan mereka dan memberi kesempatan untuk memperbaikinya. Ini akan membantu anak belajar dari kesalahan mereka dan mengerti konsekuensi dari tindakan mereka.

Dalil dan Hadis tentang Mengendalikan Emosi

Islam sangat menekankan pentingnya pengendalian diri, terutama dalam hal marah. Salah satu hadis yang terkenal adalah:

“Sesungguhnya orang yang kuat itu bukanlah orang yang dapat mengalahkan lawannya, tetapi orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa mengendalikan marah adalah tanda kekuatan yang sesungguhnya. Marah yang dikelola dengan bijaksana adalah kualitas yang dianjurkan dalam Islam, karena marah yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan yang tidak diinginkan.

Tips Mengendalikan Marah dalam Islam

Untuk membantu orang tua mengendalikan emosi mereka, berikut beberapa langkah praktis yang diajarkan dalam Islam:

  1. Berwudhu Sebelum Marah
    Ketika seseorang merasa marah, berwudhu adalah cara yang efektif untuk meredakan emosi. Air wudhu memiliki efek menenangkan dan bisa membantu kita menenangkan diri sebelum bertindak.
  2. Mengubah Posisi Tubuh
    Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk mengubah posisi tubuh saat marah. Jika seseorang berdiri, maka hendaknya duduk. Jika sudah duduk, hendaknya berbaring. Ini adalah cara untuk membantu menenangkan diri saat emosi mulai memuncak.
  3. Berdzikir atau Membaca Istighfar
    Salah satu cara untuk meredakan amarah adalah dengan berdzikir atau membaca istighfar. Hal ini akan membantu kita mengingat Allah dan menenangkan hati yang sedang terombang-ambing oleh amarah.

Kisah Inspiratif dari Rasulullah SAW

Dalam kehidupan Rasulullah SAW, kita menemukan banyak contoh bagaimana beliau menghadapi kesalahan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan pengertian. Salah satunya adalah kisah ketika beliau menegur anak kecil yang sedang bermain di masjid. Beliau tidak marah atau membentak, tetapi dengan lembut memberikan nasihat.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa meskipun seorang anak mungkin melakukan kesalahan, kita sebagai orang tua harus tetap menghadapinya dengan bijak, penuh kesabaran, dan kasih sayang.

Kesimpulan

Marah adalah bagian dari perasaan manusia yang tidak bisa dihindari, namun dalam Islam, kita diajarkan untuk mengendalikan marah tersebut dengan cara yang baik. Mengasuh anak dengan penuh kasih sayang, pengertian, dan disiplin yang sesuai dengan ajaran Islam akan mendidik mereka untuk menjadi individu yang baik, berakhlak, dan bertanggung jawab.

Marah yang tidak terkendali dapat merusak hubungan orang tua dan anak. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk memahami cara marah yang baik sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian, marah akan menjadi alat yang efektif dalam mendidik, bukan menjadi sumber masalah.

FAQ Section

Apakah marah kepada anak selalu dilarang dalam Islam?
Marah tidak selalu dilarang, tetapi Islam mengajarkan kita untuk mengendalikan emosi dan marah hanya untuk tujuan mendidik, bukan untuk melampiaskan emosi pribadi.

Bagaimana cara meminta maaf kepada anak setelah marah?
Cara terbaik adalah dengan mengakui kesalahan kita, meminta maaf dengan tulus, dan menjelaskan kepada anak mengapa kita marah serta cara yang lebih baik untuk menghadapinya.

Apa doa untuk mengendalikan emosi?
Doa yang bisa dibaca adalah “اللهم اجعلني من أهل الصبر” (Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang sabar).


Ajakan untuk Bersedekah

Banyak anak-anak di luar sana yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang kita. Salah satunya adalah anak-anak yatim yang hidup dalam keterbatasan. Mari kita berbagi dan memberikan sedikit rezeki kita untuk membantu mereka melalui sedekah.

Bagi Anda yang ingin berpartisipasi dalam memberikan bantuan untuk anak yatim, Anda bisa menyisihkan sebagian rezeki Anda melalui rekening:

Bank Mandiri
132-05-1234-9995
A.n. Yayasan Al Hilal Rancapanggung

Semoga sedekah kita menjadi berkah dan membawa kebaikan bagi anak-anak yatim yang membutuhkan. Mari kita tunjukkan kasih sayang kita kepada mereka yang membutuhkan.


Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi panduan bagi Anda dalam mendidik anak dengan penuh kasih sayang sesuai dengan ajaran Islam.

Pingback:

Rizal Hadizan

Share
Published by
Rizal Hadizan

Recent Posts

Tentang Badan Wakaf Islam

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Sebuah ikhtiar menjadi jembatan amanah antara wakif dan saudara muslim yang…

1 day ago

Laporan Penyaluran April 2026

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala atas limpahan rahmat, karunia, dan kemudahan yang…

1 week ago

Hidup Adalah Menurut Islam: 9 Makna Mendalam Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis

Pertanyaan tentang hidup adalah menurut Islam selalu menjadi perenungan abadi bagi setiap muslim. Saat menghadapi…

2 weeks ago

Tafsir Surat Al-Fatihah Ayat 1-7: Arab, Latin, Arti & Penjelasan Lengkap dari Kitab Tafsir Mu’tabar

Umat Muslim membaca Surat Al-Fatihah minimal 17 kali dalam sehari melalui shalat lima waktu. Namun,…

3 weeks ago

Sedekah Jumat Berkah: Panduan Lengkap Dalil, Keutamaan, Niat, Waktu Terbaik & 20+ Cara Praktisnya

Sedekah Jumat berkah adalah amalan istimewa yang menggabungkan dua kemuliaan sekaligus: kemuliaan sedekah itu sendiri…

3 weeks ago

Panduan Lengkap Dzikir Pagi dan Petang beserta Keutamaannya

Dzikir pagi dan petang adalah salah satu amalan harian yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amalan…

4 weeks ago