Suasana Pembangunan Masjid dan Pesantren Al Hilal Cibiru

Terus Dilaksanakan! Inilah Suasana Pembangunan Masjid dan Pesantren Yatim Tahfidz

Sahabat Bawais, Masjid merupakan tempat yang biasa dipakai oleh umat muslim untuk senantiasa beribadah. Tak hanya itu, masjid juga seringkali dijadikan sebagai tempat untuk bersinggah, beristirahat, bahkan melaksanakan berbagai kegiatan atau acara tertentu.

Namun, masih banyak anak yatim dan dhuafa yang masih belum meraksakan kenikmatan dari tempat yang seringkali disebut sebagai “Rumah Allah” ini.

Badan Wakaf Islam (BAWAIS) yang berperan sebagai wadah penghimpun manfaat serta uluran tangan dari Para Dermawan membuat sebuah gebrakan baru.

Suasana Pembangunan Masjid dan Pesantren Al Hilal Cibiru

Demi tercapainya tujuan untuk menerangkan dunia dengan cahaya al Quran serta menciptakan generasi muda Qurani, Program Wakaf Masjid pun diselenggarakan untuk memberikan fasilitas berupa Masjid.

Sebagai tempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan positif, para santri yatim dan dhuafa pun membutuhkan tempat yang layak untuk mereka melaksanakan ibadah dan aktivitas lainnya.

Setelah sebelumnya pembangunan Masjid dan PesantrenYatim Tahfiz Cibiru telah mencapai Pengecoran 45 stek, Penggalian lubang pondasi masih berlanjut, Pengerjaan pondasi bangunan dan Seluruh pekerja masih fokus dengan pengerjaan pondasi bangunan.

Alhamdulillah, Hingga hari ini, pada Selasa (04/07/2023) pembangunan Masjid dan Pesantren Pesantren Yatim Tahfidz pun telah mencapai:

  •  Pengecoran 49 lubang tapak,
  •  Pengecoran 47 stek,
  •  Penggalian lubang pondasi masih berlanjut,
  •  Pengerjaan pondasi bangunan,
  •  Seluruh pekerja masih fokus dengan pengerjaan pondasi bangunan, dan
  •  Para pekerja mulai memasuki proses perangkaian besi sloop
Suasana Pembangunan Masjid dan Pesantren Al Hilal Cibiru

Jazakumullah khairan katsiran Para Dermawan serta Pewakif Setia yang senantiasa mendukung berbagai macam program dari Badan Wakaf Islam (BAWAIS).

Begitupun dengan program Wakaf Masjid ini, yang Insya Allah dapat memberikan manfaat kepada anak yatim dan dhuafa. Juga, bagi Sahabat yang telah menyalurkan wakaf, tentunya akan menjadi bekal di akhirat kelak. Pahala pun tak akan pernah putus meskipun Sahabat telah tiada.

Bagi orang yang berwakaf (wakif), pahalanya akan terus mengalir sekalipun ia sudah meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga (macam), yaitu: sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya” (HR Muslim).

Scroll to Top